“From Waste to Action”: Anak Muda Labuan Bajo Bergerak untuk Masa Depan Bebas Sampah
03 Jun 2026
Di tengah pesatnya pertumbuhan pariwisata di Labuan Bajo, persoalan sampah menjadi tantangan nyata yang membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk generasi muda. Menjawab tantangan tersebut, Program Positif Bajo bersama PTTEP Indonesia dan PT. INGRAM menghadirkan Youth Seminar & Workshop bertajuk “From Waste to Action” pada 21 - 22 Mei 2026.
Kegiatan ini dirancang sebagai ruang kolaborasi, pembelajaran, dan aksi bagi generasi muda Manggarai Barat untuk menjadi bagian dari solusi pengelolaan sampah berkelanjutan di kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas Labuan Bajo. Workshop ini juga menjadi bagian dari penguatan Program Positif Bajo yang telah berjalan sejak 2024 melalui pendekatan ekonomi sirkular dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Melalui seminar, diskusi interaktif, studi kasus, hingga sesi design thinking, peserta akan diajak memahami tantangan pengelolaan sampah di wilayah pesisir dan destinasi wisata, sekaligus merancang ide kampanye kreatif yang dapat diterapkan langsung di komunitas mereka.
Seminar ini dihadiri oleh 200 peserta yang terdiri dari mahasiswa, komunitas pemuda, organisasi lingkungan, relawan, dan aktivis keberlanjutan yang ditargetkan hadir dalam kegiatan ini. Dari workshop tersebut diharapkan lahir berbagai inisiatif dan aksi nyata yang dapat memperkuat budaya memilah sampah dari sumbernya serta mengurangi penggunaan sampah sekali pakai di masyarakat.
Direktur Politeknik eLBajo Commodus, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si saat membuka kegiatan Youth Seminar & Workshop tersebut menyampaikan terima kasih kepada PTTEP Indonesia dan PT INGRAM yang sudah peduli dan konsen terhadap pengelolaan dan pengolahan sampah.
Menurut Prof. I Nengah Dasi Astawa, lembaganya juga fokus terhadap pelestarian lingkungan, khususnya terhadap penanganan sampah. eLBajo (Politeknik eLBajo Commodus) ini tiap hari kerja bakti. Kampus ini suatu Lembaga yang tiap hari kerjanya juga urus sampah. Sampah kita bersihkan terus. Lembaga ini kecil barangnya, tapi besar ide dan kemajuannya,” kata Prof. I Nengah Dasi Astawa.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (Kadis LHP) Kabupaten Manggarai Barat, Vinsensius Gande yang hadir dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa timbunan sampah di Kabupaten Manggarai Barat mencapai 157,31 ton perhari.
Upaya pengurangan sampah 11,85 ton per hari. Untuk penanganan 49,11 persen, dan masih berfokus pada wilayah di sektor tengah dan hilir. Untuk sektor Tengah yang ditangani 37,80 ton per hari atau 25,65 persen.
“Salah satu peran dalam Upaya penanganan pengurangan sampah adalah peran PT INGRAM. Sementara untuk sektor informal/pengepul mengurangi hingga 9,86 ton per hari. Sementara yang langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) mencapai 26,27 ton per hari,” jelas Vinsensius.
Program Positif Bajo percaya bahwa generasi muda memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dan penggerak kampanye publik. Dengan kreativitas, semangat kolaborasi, dan kepedulian sosial yang dimiliki, anak muda diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan perilaku lingkungan di Labuan Bajo dan Manggarai Barat.
PTTEP merupakan perusahaan minyak dan gas asal Thailand yang secara aktif mendukung berbagai program lingkungan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat di wilayah operasinya. Dukungan perusahaan dalam Program Positif Bajo dan kegiatan Youth Seminar & Workshop “From Waste to Action” mencerminkan komitmen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) dalam mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan, pengurangan sampah melalui pendekatan ekonomi sirkular, serta mendorong partisipasi generasi muda dalam menciptakan perubahan perilaku menuju lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
