PTTEP Indonesia dan PT INGRAM Bergerak Bersama Wujudkan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Labuan Bajo
07 Nov 2025
Labuan Bajo, 25 Oktober 2025 — Dalam upaya membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan, PTTEP Indonesia bekerja sama dengan PT. INGRAM (Inovasi Gerakan Masyarakat) meluncurkan program “Positif Bajo (Pilah Olah Sampah Secara Inovatif)”, sebuah gerakan kreatif dan edukatif untuk memperkuat pemahaman masyarakat dan pelajar terhadap pentingnya pemilahan sampah serta penerapan ekonomi sirkular.
Sosialisasi Pemilahan Sampah di Pusat Daur Ulang Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Program ini hadir dengan tujuan menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini melalui berbagai kegiatan edukatif dan interaktif. Masyarakat diajak memahami pentingnya pengelolaan sampah serta menerapkan perilaku 3R (Reduce, Reuse, Recycle) baik di sekolah maupun di rumah. Melalui kegiatan langsung, peserta juga diperkenalkan pada nilai ekonomi yang dapat dihasilkan dari sampah, sehingga tumbuh rasa tanggung jawab dan kreativitas dalam mengelolanya. Selain itu, sosialisasi mengenai fungsi dan manfaat Pusat Daur Ulang (PDU) juga dilakukan untuk mendorong partisipasi masyarakat desa dalam memilah sampah dari sumbernya, membentuk gerakan kolektif menuju lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Tibortius, Petugas Roda Tiga berkata, “Kami sangat senang dengan kegiatan ini karena kami masyarakat, khususnya dari Roda Tiga sangat terbantu karena selama ini sampah-sampah yang bisa didaur ulang bisa kami tukarkan dengan telur, beras, dan minyak goreng. Jadi kami sangat senang sekali dengan program ini, terima kasih,” kata Tibortius.
Program ini juga menghadirkan Bazar Penukaran Sampah Daur Ulang, yang memungkinkan masyarakat menukar sampah non-organik seperti botol plastik, kertas, atau logam dengan sembako — mulai dari beras, minyak goreng, gula, telur, hingga sayuran segar. Langkah ini tidak hanya mendorong kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan nilai ekonomi langsung bagi warga.
Oma Bekti, Pemilik UMKM Rumah Bekti “Saya bersama emak-emak di sini sangat mendukung kegiatan Positif Bajo dan teman-teman UMKM dari Rumah Bekti diberikan kesempatan untuk membuat makanan untuk ditukar pada kegiatan ini. Kita senang sekali karena bukan hanya untuk jualan tetapi juga peduli pada lingkungan. Itu yang utama dan kami sangat mendukung. Terima kasih,” ucap Oma Bekti.
Adapun edukasi pemilihan sampah menjadi fokus utama di lingkungan sekolah telah dilaksanakan pada 23 – 24 Oktober 2025 melalui kerja sama dengan TK Pembina, SMA N Komodo, dan SLB N Komodo. Para siswa diajak memahami siklus sampah dan cara mengelolanya melalui kegiatan belajar yang seru seperti eksperimen sederhana dan kampanye lingkungan, serta menghadirkan booth edukatif yang menarik untuk memperkuat pemahaman peserta.
Dengan semangat kolaboratif, “Positif Bajo (Pilah Olah Sampah Secara Inovatif)” diharapkan mampu melahirkan gerakan kolektif dalam menjaga kebersihan dan mendukung ekonomi sirkular, serta menumbuhkan kesadaran bahwa sampah bukanlah masalah, melainkan peluang untuk menciptakan kehidupan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
.jpeg )