PTTEP Menyalurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Penanganan Bencana Gempa Bumi di NTT melalui PMI
25 Sep 2026
Jakarta, 25 September 2026 – Menyusul gempa bumi yang melanda Flores pada Agustus 2026, PTTEP Indonesia menyalurkan dukungan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Seiring dengan upaya masyarakat untuk pulih dari dampak gempa bumi, dukungan berkelanjutan masih diperlukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar, termasuk pangan, air bersih, dan tempat tinggal sementara.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan tersebut, PTTEP Indonesia memberikan bantuan kemanusiaan senilai Rp350 juta melalui Palang Merah Indonesia (PMI) untuk mendukung upaya penanganan bencana dan pemulihan bagi masyarakat terdampak di NTT.
Acara serah terima bantuan dilaksanakan pada 25 September 2026 di Markas Pusat PMI, Jakarta, dan dipimpin oleh H.E. Mr. Prapan Disyatat, Duta Besar Thailand untuk Indonesia, bersama Dr. H. Abdurrahman Mohammad Fachir, Sekretaris Jenderal Palang Merah Indonesia (PMI), Bapak Suwandi Wiratno, Kepala Divisi Penggalangan Sumber Daya PMI, serta jajaran pejabat PMI.
Sekretaris Jenderal PMI, Dr. H. Abdurrahman Mohammad Fachir, menyampaikan bahwa PMI terus mengerahkan berbagai sumber daya untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak.
“Saat ini, kami sangat sibuk mendistribusikan berbagai bantuan dan mengerahkan sumber daya manusia. Di Flores saja, terdapat tujuh wilayah terdampak. Pelaksanaan penyaluran bantuan di lapangan tidaklah mudah karena adanya kendala transportasi yang kami hadapi. Kami bersyukur menerima dukungan dari berbagai pihak, termasuk Duta Besar Thailand untuk Indonesia dan PTTEP Indonesia. Kami sangat menghargai dukungan ini,” ujar Fachir.
Sementara itu, Duta Besar Thailand untuk Indonesia, H.E. Mr. Prapan Disyatat, menyampaikan harapannya agar kondisi di wilayah terdampak segera membaik dan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan normal.
“Kami berharap kondisi akan terus membaik dan kehidupan masyarakat dapat kembali normal sesegera mungkin,” ungkapnya.
Menurutnya, hubungan yang telah terjalin selama bertahun-tahun tidak hanya mencakup kerja sama antarpemerintah, tetapi juga melibatkan berbagai sektor lainnya, termasuk sektor swasta dan masyarakat sipil. Semua pihak memiliki peran penting dalam berbagi tanggung jawab dan memberikan dukungan kepada masyarakat terdampak.
“Oleh karena itu, saya sangat mengapresiasi PTTEP atas berbagai proyek dan inisiatif yang telah dilaksanakan perusahaan. Kami berharap dukungan ini dapat meringankan beban dan penderitaan masyarakat yang masih terdampak serta membantu mempercepat proses pemulihan. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada kami untuk menjadi mitra dalam berbagai upaya pemulihan ini.”
General Manager PTTEP Indonesia, Grinchai Hattagam, menegaskan bahwa bantuan tersebut mencerminkan komitmen berkelanjutan perusahaan dalam mendukung masyarakat di NTT. Sejak tahun 2020, PTTEP Indonesia telah memberikan dukungan di berbagai wilayah melalui beragam inisiatif pengembangan sosial, termasuk program pencegahan stunting di Kupang, program penyediaan air bersih di berbagai wilayah Pulau Flores, serta program pengelolaan sampah dan pusat pembelajaran di Labuan Bajo yang bertujuan untuk mendorong keberlanjutan lingkungan.
Bekerja sama dengan PMI yang memiliki jaringan luas dan pengalaman dalam penanganan bencana kemanusiaan, bantuan ini diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara efektif dan tepat sasaran.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada seluruh masyarakat yang terdampak gempa bumi di NTT. Kami berharap dukungan ini dapat meringankan beban masyarakat serta mendukung berbagai upaya kemanusiaan yang tengah dilakukan di wilayah terdampak,” ujar Hattagam.
PTTEP Indonesia juga menyampaikan apresiasi kepada Palang Merah Indonesia (PMI), para relawan, dan seluruh pihak yang terus bekerja sama dalam memberikan dukungan kemanusiaan serta mempercepat proses pemulihan pascabencana. Melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, PTTEP Indonesia berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak serta mendukung pemulihan mata pencaharian dan kondisi sosial di NTT.
