Berita

Duta Besar Thailand untuk Indonesia mengunjungi Pusat Pembelajaran Pengelolaan Sampah Terpadu di NTT.csr kesehatan

csr kesehatan Duta Besar Thailand untuk Indonesia mengunjungi Pusat Pembelajaran Pengelolaan Sampah Terpadu di NTT.
csr kesehatan Duta Besar Thailand untuk Indonesia mengunjungi Pusat Pembelajaran Pengelolaan Sampah Terpadu di NTT.
csr kesehatan Duta Besar Thailand untuk Indonesia mengunjungi Pusat Pembelajaran Pengelolaan Sampah Terpadu di NTT.
csr kesehatan Duta Besar Thailand untuk Indonesia mengunjungi Pusat Pembelajaran Pengelolaan Sampah Terpadu di NTT.
csr kesehatan Duta Besar Thailand untuk Indonesia mengunjungi Pusat Pembelajaran Pengelolaan Sampah Terpadu di NTT.

Duta Besar Thailand untuk Indonesia mengunjungi Pusat Pembelajaran Pengelolaan Sampah Terpadu di NTT.

25 Aug 2026


Pada 25 Agustus 2026, Duta Besar Thailand untuk Indonesia, Yang Terhormat Bapak Prapan Disyatat, didampingi oleh istrinya, mengunjungi Pusat Pembelajaran Pengelolaan Sampah Terpadu di Labuan Bajo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Program pengembangan sosial ini dikembangkan oleh PTT Exploration and Production Public Company Limited (PTTEP) Indonesia.

 

Diluncurkan pada tahun 2024, proyek ini mendukung agenda pemerintah dalam menangani peningkatan volume sampah akibat pertumbuhan sektor pariwisata di Labuan Bajo, NTT. PTTEP Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan instansi pemerintah daerah untuk melaksanakan proyek ini guna memberikan edukasi kepada masyarakat dan mendorong perubahan perilaku, khususnya dalam hal pemilahan sampah untuk didaur ulang dan disalurkan ke bank sampah. Upaya tersebut diharapkan dapat menghasilkan pendapatan bagi masyarakat, mengurangi beban pemerintah dalam pengangkutan sampah, serta mendukung pelestarian lingkungan melalui pengelolaan sampah yang tepat.

 

Pada tahun 2026, program ini semakin diperkuat dengan didirikannya fasilitas pengolahan sampah organik dan pusat pembelajaran. Fasilitas ini tidak hanya mengelola sampah organik melalui metode praktis, seperti mengolahnya menjadi produk bernilai tambah berupa larva Black Soldier Fly (BSF) dan kompos, tetapi juga berfungsi sebagai pusat pembelajaran dan pelatihan bagi masyarakat, sekaligus mendorong penerapan praktik ekonomi sirkular di tingkat lokal.

Berbagi :
News Lainnya
Peta Situs